Sabtu, 12 September 2009

Untuk kamu

Di, makasih ya udah sering nelpon aku. Jujur, aku senang sekali ketika kau sering menelponku karena pada saat itu aku sedang bosan-bosannya sendirian dirumah…tidak ada yang mau menemaniku. Kakak perempuanku sudah pergi ke Depok, teman-temanku sudah sibuk sendiri-sendiri, apalagi pada saat itu aku sedang patah hati. Pada saat itu aku berusaha agar ujian kompre dapat membuatku melupakannya tapi ternyata aku tidak bisa…saat aku merasa capek pulang dari ujian kompre aku langsung berbaring dan tertidur, disitu aku kembali bermimpi bertemu dengannya. Dia sudah membuatku gila saat itu, tapi mimpiku buyar saat ada seseorang yg menelponku dan ternyata itu kamu. Pada saat itu rasa amarahku muncul terhadap dia, aku ingin sekali menghukumnya namun tak sanggup dan akhirnya aku melampiaskannya padamu. Aku yang sebenarnya tidak mau dan tidak pernah meladeni setiap pria yang mencoba berkenalan denganku karena aku tidak pernah percaya pada mereka, kini ketika kau menelponku dan akhirnya aku pun meladenimu, berusaha bersikap ramah dan suka tertawa. Itu aku lakukan karena pada saat itu aku memiliki rencana lain dan berusaha menghibur hatiku. Namun, ketika kau menelponku aku merasa menjadi wanita yang teristimewa. Kau selalu mengumbar janji-janji, rayuan dan pujian-pujian manis untukku. Aku tahu itu hanyalah omong kosong namun, ketika kau menyampaikannya aku menghayal bahwa dia yang berkata seperti itu sehingga membuatku merasa senang dan ingin mendengarnya terus. Aku akhirnya membohongimu dan menerima pengungkapan cintamu meskipun sebenarnya kau tidaklah mencintaiku. Kau hanya mencintai fotoku bukan diriku apa adanya. Selama ini, yang kau inginkan dan yang kau ajak bicara adalah orang yang ada di foto itu. Itulah sebabnya mengapa aku membohongimu. Kau bukanlah cinta pertamaku dan aku tidaklah pernah merasa jatuh cinta, suka, atau kagum pada dirimu pada saat kita SMP dulu. Bahkan aku tidak pernah memperhatikanmu sama sekali. Aku hanya ingin melampiaskan rasa sakit hatiku dan ingin tau seperti apa jika seseorang merasa bahagia hanya dari sebuah telepon saja dan mendengar kata-kata cinta dari orang yang dia sukai. Ternyata kau percaya dengan semua yang aku katakan dan membuatku hampir merasa tidak percaya bahwa ada orang yang bisa jatuh cinta pada beberapa foto pada suatu jaringan sosial. Mungkin seperti itulah aku yang jatuh cinta padanya yang hanya bisa mendengar kata-kata indah darinya melalui via online dan sms yang dia kirim untukku, namun yang berbeda adalah aku masih mencintainya setelah aku bertemu dengannya. Namun kamu tidak, kamu akhirnya meninggalkan aku setelah bertemu denganku yang sebenarnya. Ternyata benar kau hanya mencintai fotoku, seandainya kau berkata bahwa kau hanya mencintai fotoku, mungkin aku mau dan dengan senang hati akan memberikan semua foto-fotoku agar kau tidak membuatku jatuh hati pada dirimu yang sebenarnya. Dan akhirnya aku tahu ternyata kau juga tega, ku kira hanya aku yang bisa berbuat setega itu yakni berbohong habis-habisan padamu sehingga aku pada akhirnya ada perasaan padamu. Aku kembali merasa sakit hati dan kecewa. Apalagi caramu untuk menjauhiku jelas sekali, ini membuatku benar-benar marah dan ingin mengutuk dirimu. Kau telah mematahkan harapan dan semangat seorang wanita biasa yang ingin bangkit dan merasakan cinta yang sebenarnya. Kau telah mempermainkanku dan aku tidak terima itu, meskipun sebenarnya aku juga mempermainkanmu karena kau yang telah mengalahkan hatiku ini. Kau telah mengubahku menjadi orang lain. Dan kali ini aku benar-benar tidak akan memaafkanmu meskipun kau berkata menyesal.
Terima kasih telah mengisi hari-hariku dan menambah satu sub bab pada kisah ceritaku. Hitung-hitung untuk mempertebal buku harianku dan menambah warna dalam tulisanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar