Minggu, 31 Mei 2009

My Sadness

Kenapa setiap aku ingin menahan airmataku, mataku selalu terasa pedih dan aku ingin sekali menggaruk mataku?
Kenapa aku mudah sekali menangis?
Kenapa airmataku banyak sekali?
Kenapa aku selalu merasa ada yang kurang?
Aku bingung. Kenapa? Ada apa?
Aku terus mencari jati diriku, dan mencari siapa diriku ini sebenarnya.
Kenapa orang lain tidak mau mendengar curahanku?
Kenapa aku tidak bisa berbicara dengan tegas?
Kenapa aku selalu menundukkan kepalaku?
Kenapa aku mudah sekali menangis?
Tapi kenapa disaat aku tidak menangis aku tampak ceria di depan orang yang dekata denganku?
Aku ingin tahu siapa orang yang sangat sayang padaku dan sangat perhatian padaku.
Apa aku harus mencari orang yang sama sepertiku?
Beritahu aku.
Kenapa aku selalu menghayal yang bukan-bukan?
Kenapa ketika aku berhayal, hayalanku selalu menjadi orang yang pemberani?
Kenapa aku berhayal menjadi penyanyi?
Kenapa aku berhayal menjadi Presenter?
Kenapa aku berhayal menjadi musisi?
Dan kenapa aku berhayal menjadi sekretaris yang ahli dalam presentasi?
Tapi kenyataannya aku tidak bisa! Ternyata aku hanya bisa melakukannya hanya dalam pikiran saja!
Aku memang penakut, pengecut, cemen, norak dan cengeng!
Aku selalu menyalahkan kenapa aku berpikir seperti itu!
Kenapa aku juga pernah berhayal bagaimana jika aku mati mendahului orang tuaku?
Apakah mereka baru mengerti perasaanku atau sebaliknya ketika mereka telah membacanya diwaktu aku tidak bisa menulis dan membaca diariku sendiri lagi?
Tolong beritahu aku, dan aku tidak akan mengajukan pertanyaan itu lagi dan aku tidak akan menangis lagi karena kesedihan ini dan agar kita semua tidak menyesalinya.


Yuli Mirda Lisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar