Minggu, 31 Mei 2009

Bagaimana Aku Boleh Mewujudkan Cintaku Padamu

Bagaimana aku boleh mewujudkan cintaku padamu?
Izinkan aku menghitung caranya.
Aku mencintaimu sedalam, selebar dan setinggi-tingginya
Jiwaku bisa meraihmu, ketika perasaanku tak kuasa
Demi akhir keberadaan dan kesempurnaan karunia.
Aku mencintaimu setiap hari,
Ketika ada kebutuhan yang tak terucapkan,
Dalam taburan cahaya matahari atau tamaramnya nyala lilin.
Aku mencintaimu dengan bebas, seperti perempuan yang memperjuangkan hak;
Aku mencintaimu dengan murni, semurni-murni air yang jernih.
Aku mencintaimu dalam kepedihanku yang lama, dan dengan keyakinan masa kanak-kanakku.
Aku mencintaimu dengan cinta yang seolah hilang dariku
Aku mencintaimu dengan sepenuh hati,
Senyum, airmata, dan sepanjang hayatku!
Dan jika tuhan menghendaki, aku akan semakin mencintaimu setelah aku mati.

Lilian Kew

Waktuku Merasakan

Terasa kosong waktu aku tak merasakan itu…
Coba untuk merasakan, namun hati tak mampu…
Bukan hanya tak mempu, aku juga tak tahu kepada siapa..
Sekian lama tak merasakan, meski selama itu yang kurasa hanya hangat persahabatan pada teman sejati yang selalu menghiasi sang tokoh utama…
Saat ini telah aku rasakan…
Ternyata membuatku tersiksa…
Membuatku gila…
Mulai berpikir lebih baik aku tak merasakan…
Namun rasa ini ternyata berbeda seperti sakit hati…
Meski detak jantungku tetap sama seperti saat sakit hati…


Yuli Mirda Lisa

Yang Aku Rasakan

Aku bosan dan tidak tertarik lagi dengan kehidupan ini.
Tak ada yang bisa membuatku puas..
Tak bisa membuatku berbicara bebas dan didengar orang…
Tak bisa melakukan hal yang aku suka…
Tak bisa mewujudkan segala keinginan…
Tak bisa sebebas awan…
Bahkan burung-burung yang terbang bebas membuatku merasa iri akan kebebasan mereka…
Aku pun tak bisa menunjukkan siapa diriku ini sebenarnya…

Keinginan, niat, harapan, cinta dan cita-cita tak sebanding dengan keberanian yang aku miliki…
Percuma jika keinginan, niat, harapan, cinta dan cita-cita sebesar gunung, setinggi langit dan sedalam lautan, namum keberanian untuk mewujudkannya hanya sebesar biji jagung…

Ketidakpercaya diriku terus menghantui segala kemampuan yang aku miliki…

Sehingga semua menjadi sia-sia..
Aku tidak mau mengalami kerugian, namun aku tidak bisa mempertahankannya…

Aku mau berubah dan memperbaiki diri, namun tak mampu aku untuk memperbaiki…

Aku punya teman tapi aku tak mampu menyampaikannya.
Aku sudah mengalami kerugian yang sangat besar…

Rasa ketakutanku telah merenggut semua keinginanku…
Ketakutanku telah mencuri teman-temanku…
Dan ketakutankulah yang membuatku merasa sudah mati karena kalah oleh diriku sendiri…


Yuli Mirda Lisa

My Sadness

Kenapa setiap aku ingin menahan airmataku, mataku selalu terasa pedih dan aku ingin sekali menggaruk mataku?
Kenapa aku mudah sekali menangis?
Kenapa airmataku banyak sekali?
Kenapa aku selalu merasa ada yang kurang?
Aku bingung. Kenapa? Ada apa?
Aku terus mencari jati diriku, dan mencari siapa diriku ini sebenarnya.
Kenapa orang lain tidak mau mendengar curahanku?
Kenapa aku tidak bisa berbicara dengan tegas?
Kenapa aku selalu menundukkan kepalaku?
Kenapa aku mudah sekali menangis?
Tapi kenapa disaat aku tidak menangis aku tampak ceria di depan orang yang dekata denganku?
Aku ingin tahu siapa orang yang sangat sayang padaku dan sangat perhatian padaku.
Apa aku harus mencari orang yang sama sepertiku?
Beritahu aku.
Kenapa aku selalu menghayal yang bukan-bukan?
Kenapa ketika aku berhayal, hayalanku selalu menjadi orang yang pemberani?
Kenapa aku berhayal menjadi penyanyi?
Kenapa aku berhayal menjadi Presenter?
Kenapa aku berhayal menjadi musisi?
Dan kenapa aku berhayal menjadi sekretaris yang ahli dalam presentasi?
Tapi kenyataannya aku tidak bisa! Ternyata aku hanya bisa melakukannya hanya dalam pikiran saja!
Aku memang penakut, pengecut, cemen, norak dan cengeng!
Aku selalu menyalahkan kenapa aku berpikir seperti itu!
Kenapa aku juga pernah berhayal bagaimana jika aku mati mendahului orang tuaku?
Apakah mereka baru mengerti perasaanku atau sebaliknya ketika mereka telah membacanya diwaktu aku tidak bisa menulis dan membaca diariku sendiri lagi?
Tolong beritahu aku, dan aku tidak akan mengajukan pertanyaan itu lagi dan aku tidak akan menangis lagi karena kesedihan ini dan agar kita semua tidak menyesalinya.


Yuli Mirda Lisa

Cowokku Sayang

Aku tidak tahu siapa kau, atau dimana atau kapan kita akan bertemu, tapi yang jelas aku berharap tak lama lagi.
Aku berdoa semoga ketika kita bertemu dan saling jatuh cinta, kau akan mencintaiku, karena diriku, dan tidak mengharapkan seseorang yang lebih kurus atau lebih cantik. Ku harap kau akan membuatku tertawa, merawatku kalau aku sakit dan bisa dipercaya.
Ku harap kau akan ingat bahwa aku lebih suka daisy daripada mawar, dan bahwa warna kesukaanku adalah biru bukan merah muda. Ketahuilah bahwa mataku bukan coklat, tapi hitam dengan sedikit bercak coklat.
Kalau kita pergi berkencan, kau tidak perlu memeras otak memikirkan akan membawaku ke mana; yang penting aku akan bersamamu.
Kalau aku menangis, ketahuilah penyebabnya bukan kau, yang penting kau memelukku erat-erat, dan aku akan cepat sembuh. Dan jika penyebabnya kau, aku tetap akan sembuh.
Bertahu aku jika ada perbuatanku yang menggangumu, atau jika ada sesuatu yang terasa tidak pas. Aku ingin kau selalu bersikap jujur kepadaku. Jika aku mengalami hari yang tidak menyenangkan, kuharap kau akan menghujaniku dengan keyakinan dan senyum.
Ku harap kau tidak berpikir aku meminta terlalu banyak dirimu. Kuharap aku akan mengerti aku agak gugup dan sangat takut. Aku ingin bisa mengatakan bagaimana atau kapan kita akan bertemu, dan apakah kita akan saling mencintai. Setiap hubungan asmara adalah sebuah permainan kartu yang baru, dan …(ah)…aku tidak pernah main kartu. Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bersikap baik dan sangat mencintaimu karena dirimu seutuhnya, tanpa berharap terlalu banyak darimu. Terima kasih karena telah mendengarkan; hanya ini yang aku minta.

Milikmu Selamanya

Menangis Ringankan Stres

Shakespeare menulis, “To weep is to make less the depth of grief”. Menangis memang dapat meringankan kepedihan. Menangis memiliki efek terapi.

Menangis merupakan cara tersehat untuk melepaskan frustasi secara fisik maupun mental. Menangis dapat meningkatkan sistem imun, mengurangi kadar hormon stres dan depresi, membuang racun yang menumpuk akibat stres, dan membantu kita berpikir lebih jernih.

Mengapa orang merasa lega setelah menangis?
Pengalaman praktik Alan Wolfelt, Ph.D, profesor di University of Colorado Medical School menunjukkan, banyak pasiennya merasa lebih baik, juga tampak lebih baik, setelah mengekspresikan diri dengan menangis. Kebanyakan mereka merasa stres setelah kematian orang tercinta.

Menurut Dr. William Frey, ahli biokimia dan Direktur Dry Eye and Tear Research Center di Minneapolis, orang merasa lebih baik setelah menangis karena melalui airmata juga ikut tersingkir zat-zat kimia yang tertimbun akibat stres. Penelitiannya mengindikasikan bahwa airmata seperti keringat, urin dan udara napas, juga mengusung sampah tubuh.

Sebuah riset yang dilakukan tahun 1957 menemukan bahwa airmata emosi berbeda denan airmata yang keluar akibat iritasi. Airmata emosi mengandung lebih banyak protein dan betaendorfin, salah satu pereda nyeri alami.

Margaret Crepeau, Ph.D, profesor bidang keperawatan di Marquette University, mempelajari airmata dar aspek fisik maupun emosi. Menurutnya orang sehat memandang airmata lebih positif ketimbang orang yang sakit.

“Saya menemukan bahwa orang sehat lebih sering menangis dan airmatanya lebih banyak daripada orang dengan kolitis dan ulser,” ujarnya. “Tertawa dan menangis merupakan obat alami yang dapat mengurangi tekanan, perasaan negatif, dan mengisi energi kembali,” tambahnya.

Mengapa wanita lebih sering menangis ketimbang pria?

Dr. Frey dan kolega meneliti 331 sukarelawan berusia 18-75 tahun, meminta mereka menyimpan “tear diary” selama 30 hari. Selama periode itu wanita menangis 4-5 lebih banyak daripada pria.

Apa sebab? Ternyata wanita memiliki kadar serum prolaktin lebih tinggi daripada pria. Prolaktin adalah hormon yang terkait dengan produksi airmata serta air susu. Studi juga menunjukkan bahwa pola menangis pad anak laki-laki dan perempuan tidak berbeda hingga memasuki usia pubertas. Antara usia 12-18, kadar prolaktin pada wanita 60 persen lebih tinggi ketimbang pria.

Mengapa orang menangis?

Hasil studi Dr. Frey menunjukkan alasan orang menangis, karena sedih (49 persen), menangis bahagia (21 persen), karena marah (10 persen), simpati (7 persen), cemas (5 persen), takut (4 persen). • rin (dari berbagai sumber)

Monyet

Monyet adalah nama seekor atau sejenis hewan yang bersifat liar dan nakal, suka makan pisang sehingga diputuskan sebagai makanan kesukaannya. Hobi memanjat, berteriak, dan berayun-ayun dipohon, juga suka mencuri makanan bila perlu.

Oleh sebab itu apabila anda ingin mendapat gelar “si monyet”, anda harus bersifat liar, nakal, suka makan pisang, memanjat, berteriak, berayun dan mencuri bila perlu.

Memang kata ‘monyet’ yang disampaikan pada kita itu sangat menyakitkan, tapi bila kita tiru sifat, hobi, sikap dan kerjaanya, banyak yang berpendapat bahwa akan menghilangkan rasa stress dan dapat melupakan suatu masalah yang selalu menghantui.

Tapi ada juga yang berpendapat bahwa akan menimbulkan sikap yang memalukan dan dimalukan sehingga turunlah derajatnya dan dipandang semua orang bahwa dia “Gila!”.

Jadi, kesimpulannya monyet dari segi diri sendiri sangat menguntungkan dan dari segi masyarakat sangat merugikan dan memalukan.

Oleh sebab itu, jika anda memilih gelar “si monyet”, anda harus mempertimbangkan dulu dengan akal pikiranmu. Apakah anda mementingkan umum diatas kepentingan pribadi atau sebaliknya, sehingga kami dapat menilai anda.


Pesan-pesan:
Pikirkanlah dengan akal sehatmu. Apabila akalmu kurang sehat, buatlah kegiatan-kegiatan yang menguntungkan dan membuat dirimu terhibur agar dapat berpikir dengan akal sehat sehingga pada akhirnya anda tidak akan memilih gelar “Si Monyet”.



Yuli Mirda Lisa