Minggu, 31 Mei 2009

Menangis Ringankan Stres

Shakespeare menulis, “To weep is to make less the depth of grief”. Menangis memang dapat meringankan kepedihan. Menangis memiliki efek terapi.

Menangis merupakan cara tersehat untuk melepaskan frustasi secara fisik maupun mental. Menangis dapat meningkatkan sistem imun, mengurangi kadar hormon stres dan depresi, membuang racun yang menumpuk akibat stres, dan membantu kita berpikir lebih jernih.

Mengapa orang merasa lega setelah menangis?
Pengalaman praktik Alan Wolfelt, Ph.D, profesor di University of Colorado Medical School menunjukkan, banyak pasiennya merasa lebih baik, juga tampak lebih baik, setelah mengekspresikan diri dengan menangis. Kebanyakan mereka merasa stres setelah kematian orang tercinta.

Menurut Dr. William Frey, ahli biokimia dan Direktur Dry Eye and Tear Research Center di Minneapolis, orang merasa lebih baik setelah menangis karena melalui airmata juga ikut tersingkir zat-zat kimia yang tertimbun akibat stres. Penelitiannya mengindikasikan bahwa airmata seperti keringat, urin dan udara napas, juga mengusung sampah tubuh.

Sebuah riset yang dilakukan tahun 1957 menemukan bahwa airmata emosi berbeda denan airmata yang keluar akibat iritasi. Airmata emosi mengandung lebih banyak protein dan betaendorfin, salah satu pereda nyeri alami.

Margaret Crepeau, Ph.D, profesor bidang keperawatan di Marquette University, mempelajari airmata dar aspek fisik maupun emosi. Menurutnya orang sehat memandang airmata lebih positif ketimbang orang yang sakit.

“Saya menemukan bahwa orang sehat lebih sering menangis dan airmatanya lebih banyak daripada orang dengan kolitis dan ulser,” ujarnya. “Tertawa dan menangis merupakan obat alami yang dapat mengurangi tekanan, perasaan negatif, dan mengisi energi kembali,” tambahnya.

Mengapa wanita lebih sering menangis ketimbang pria?

Dr. Frey dan kolega meneliti 331 sukarelawan berusia 18-75 tahun, meminta mereka menyimpan “tear diary” selama 30 hari. Selama periode itu wanita menangis 4-5 lebih banyak daripada pria.

Apa sebab? Ternyata wanita memiliki kadar serum prolaktin lebih tinggi daripada pria. Prolaktin adalah hormon yang terkait dengan produksi airmata serta air susu. Studi juga menunjukkan bahwa pola menangis pad anak laki-laki dan perempuan tidak berbeda hingga memasuki usia pubertas. Antara usia 12-18, kadar prolaktin pada wanita 60 persen lebih tinggi ketimbang pria.

Mengapa orang menangis?

Hasil studi Dr. Frey menunjukkan alasan orang menangis, karena sedih (49 persen), menangis bahagia (21 persen), karena marah (10 persen), simpati (7 persen), cemas (5 persen), takut (4 persen). • rin (dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar